12 Rahasia yang Harus Diketahui Calon Vegetarian Agar Tetap Sehat



 Gaya hidup vegetarian telah ada sejak lama. Gaya hidup yang diperuntukkan bagi pecinta kedamaian itu selalu diminati dari waktu ke waktu. Bahkan, selebriti dunia layaknya Bill Clinton, Jay Z, dan Beyonce merupakan vegetarian.Tertarik menjadi vegetarian? Jika iya, Anda harus tahu dengan benar risiko apa yang akan dihadapi. Inilah 12 hal yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian, sebagaimana dikutip dari Huffington Post,


1. Menjawab pertanyaan dengan cerdik
Begitu menjadi vegetarian, akan ada banyak pertanyaan dari sanak saudara dan teman-teman. "Orang-orang sangat sensitif mengenai gaya makan, terutama jika Anda menentang apa yang selama ini dipercaya," ungkap Julieanna Hever, ahli gizi nabati. Untuk itu yakinkan teman dan keluarga bahwa menjadi vegetarian adalah pilihan yang dibuat berdasar lasan pribadi.Memberikan alasan yang umum membuat orang lain merasa seolah pilihan mereka salah. Akibatnya, akan timbul argumen perlawanan. Dengan mengutarakan alasan pribadi, orang lain tidak akan merasa pilihan mereka salah."Pastikan bahwa itu tentang Anda, jadi tidak ada seorang pun yang merasa harus mempertahankan pilihan mereka," sambungnya.

2. Vegetarian butuh suplemen B12
Secara alami, vitamin B12 hanya terdapat pada makanan hewani. Vitamin B12 berfungsi menjaga kesehatan sel darah dan sel-sel tubuh, juga berfungsi dalam pementukan DNA. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan mudah lelah, lesu, konstipasi, tidak nafsu makan, berat badan turun drastis, masalah saraf, dan depresi.Jika Anda memutuskan menjadi seorang vegetarian, Anda harus menyetok bebagai makanan yang diperkaya dengan vitamin B12 seperti suplemen B12. Untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan asupan, sebaiknya minta dokter untuk melakukan pengecekan darah.

3. Vegetarian membutuhkan tambahan zat besi
Ada dua jenis zat besi, yakni heme dan nonheme. Heme terdapat dalam makanan hewani dan mudah diserap tubuh. Sedangkan makanan nabati hanya mengandung zat besi nonheme yang lebih sukar diserap tubuh. Alhasil, untuk mendapatkan manfaat yang sama, vegetarian harus meraup lebih banyak zat besi. Demikian diungkapkan oleh Christian Henderson, ahli gizi New York.Sumber zat besi nabati yang baik untuk vegetarian antara lain kacang-kacangan, kismis, dan sayuran berdaun hijau. Untuk membantu penyerapan zat besi, jangan lupa mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti cabai merah, brokoli, atau jeruk.

4. Harus menemukan sumber protein baru
Setiap santapan harus mengandung protein, ungkap Valerie Rosser, ahli gizi yang juga vegetarian. Protein adalah pembangun tiap inchi bagian tubuh. Protein dipecah menjadi asam amino yang berfungsi untuk pertumbuhan dan regenerasi sel.Next The Institute of Medicine, Amerika, merekomendasikan asupan protein harian orang dewasa minimal 0,8 gram per kilogram massa tubuh. Artinya wanita dengan bobot 50 kilogram membutuhkan 40 gram protein. Sumber protein nabati untuk para vegetarian bisa didapat dari kedelai atau kacang-kacangan.

5. Jangan mengganti makanan hewani dengan junk food
Mengganti daging-dagingan dengan roti, pasta, atau makanan olahan lain merupakan kegagalan dalam diet vegetarian. Mengonsumsi makanan olahan sebagai pengganti daging menyebabkan rasa lekas lapar, bobot mudah naik, dan buruknya suasana hati."Bukan ide bagus mengganti makanan hewani yang mengandung protein, vitamin, dan mineral dengan makanan olahan yang minim nutrisi kecuali kalori," ungkap Rosser.

6. Jangan terlalu percaya mitos tentang kedelai
Secara umum, kritikus terlalu melebihkan bahaya kedelai sedangkan pendukung terlalu melebihkan manfaatnya. Hingga kini, ilmuwan masih memperdebatkan efek kedelai terhadap kanker dan kesehatan jantung.Satu hal yang pasti, mengonsumsi terlalu banyak daging buatan berbasis kedelai lebih buruk ketimbang mengonsumsi daging berkualitas tinggi. Umumnya, para vegetarian mengonsumsi daging tiruan yang terbuat dari bahan nabati. Namun makanan pengganti itu justru sarat natrium dan pengawet. Untuk itu, membaca label komposisi makanan sangat penting dilakukan. Makanan berbasis kedelai yang sehat antara lain miso, tempe, tahu, dan susu kedelai.Next

7. Tidak harus langsung vegetarian sepenuhnya
Anda tidak bisa bangun di pagi hari dan tiba-tiba menjadi vegetarian. Menjadi vegetarian membutuhkan usaha dan waktu."Mulailah dengan menambahkan lebih banyak makanan berbasis tumbuhan ke dalam menu makan. Dalam waktu yang sama, kurangi produk hewani, terutama jenis anorganik, makanan yang diproses, makanan olahan," ungkap Henderson.

8. Siapkan diri untuk selalu membaca kompisisi makanan
Jika serius menjadi vegetarian, mengecek label makanan dan mengidentifikasi komposisinya merupakan sebuah keharusan. Pasalnya meski tidak diberi label "nonvegetarian", bukan berarti makanan itu bisa dikonsumsi para vegetarian. Ada susu yang terkandung dalam sereal dan roti. Ada juga pewarna makanan yang berasal dari serpihan tubuh kumbang betina.

9.Vegetarian lebih bahagia
Bukan hanya hewan saja yang berbahagia jika Anda berubah menjadi vegetarian. Anda juga akan merasa lebih bahagia. Alasannya dibanding dengan vegetarian, orang dengan diet omnivora lebih banyak mengonsumsi asam arakidonat yang diketahui menyebabkan suasana hati memburuk. Demikian menurut sebuah studi yang dirilis pada tahun 2012.Next

10. Tidak harus menghindari restoran favorit
Seiring naiknya popularitas vegetarian, muncul pilihan-pilihan makanan nonhewani dalam menu restoran. Untuk lebih memastikan lagi, ungkapkan pada pelayan bahwa Anda seorang vegetarian dan pastikan agar makanan yang dipesan tidak dibuat dengan menggunakan produk hewani.

11. Hidup vegetarian lebih ekonomis
Daging adalah bahan pangan paling mahal. Anda akan lebih menghemat biaya bila menjadi vegetarian, bahkan dengan variasi belanjaan yang lebih banyak dari sebelumnya. Untuk lebih hemat lagi, letakkan belanjaan segar Anda di dalam almari pendingin.

12.Sayuran dapat mencukupi kebutuhan kalsium
Institut Kesehatan Nasional Amerika menyarankan orang dewasa antara 19-50 tahun untuk mengonsumsi minimal 1000 mg kalsium per hari. Tetapi sebuah penelitian mengungkapkan bahwa para vegetarian tidak perlu meraup kalsium sebanyak itu. Dalam sebuah jurnal terbitan Eropa, ikatakan bahwa para vegetarian yang meraup 525 miligram kalsium per hari memiliki risiko patah tulang yang tidak berbeda dengan nonvegetarian yang mengonsumsi 1.000 miligram kalsium per hari.Kuncinya ialah dengan banyak menyantap makanan alami kaya kalsium seperti kangkung, bok choy, almond, kedelai, atau buah ara. Sertai juga dengan makanan yang diperkaya kalsium seperti sereal, susu nabati, dan tahu. Untuk membantu penyerapan kalsium, tambahkan kedelai, sayuran berdaun hijau, dan makanan yang diperkaya vitamin D ke dalam menu sehari-hari.