Si Manis Penguat Seks


“Akhir-akhir ini, sepertinya aku kok gampang banget loyo. Tidak bersemangat seperti dulu lagi,” ujar Indra pada Bembi,  teman sekantornya. Akhir-akhir ini, perusahaan tempat mereka bekerja memang sedang kebanjiran order. Ini tentu akan membuat para pegawainya menjadi bekerja ekstra. Mungkin inilah yang menjadi penyebab permasalahan Indra.


“Istriku juga sepertinya ingin protes, tapi tidak berani. Sebab, setiap habis bercinta denganku, ia terlihat tidak puas dengan hasil hubunganku dengannya,” tambah Indra mengeluhkan keperkasaannya. “Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Kalau aku sarankan, kamu coba saja minum madu yang teratur untuk menambah stamina dan vitalitas. Kalau aku, biasanya aku campur dengan merica dan kuning telur,” saran Bembi. Indra tertarik untuk mencobanya.

Percakapan seperti di atas seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya diantara pria, untuk membuktikan kemampuannya sebagai pejantan. Dalam keseharian, kita sering mendengar madu dikaitkan dengen urusan keperkasaan pria. Apa yang membuat madu begitu dipercaya sebagai suplemen seks?

Madu dan Racik
Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis, dihasilkan oleh lebah madu, dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga yang berkhasiat dan bergizi tinggi. Khasiat madu sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Beberapa ilmuwan menyatakan, lebah madu sudah ada sejak zaman pre-historic dan selamat dari zaman kepunahan massal dinosaurus. Sudah sejak lama pula madu dipercaya mampu meningkatkan gairah seksual. Madu bisa disuguhkan dalam minuman, seperti, jus buah atau susu. Nutrisi yang dikandung pun cukup banyak.

“Sebagai pemanis, tentu saja madu lebih baik daripada gula pasir, dan juga dengan kualitas yang baik, berkhasiat memberikan tenaga spontan,” ujar Dr. Nugroho, seksolog yang praktek di RS. Fatmawati. “Kandungan glukosanya, sangat mudah diurai oleh tubuh sebagai sumber energi,” tambahnya. Bagi yang biasa mengonsumsi madu, biasanya lebih bersemangat dibandingkan dengan yang tidak. Sebab zat-zat yang terkandung di dalam madu diyakini mampu memberi energi tambahan.

Namun, jika diminum hanya ketika hendak berhubungan intim, tentulah pengaruhnya tidak secepat itu akan dirasakan. Seperti halnya minum obat, yang tidak mungkin langsung sembuh kalau cuma sekali minum. ‘Si Manis’ yang satu ini, merupakan sumber dari boron yaitu jenis mineral yang banyak terkandung dalam sayuran hijau, buah-buahan dan kacang-kacangan yang berkhasiat membantu proses metabolisme tubuh dan penggunaan estrogen atau hormon wanita.

Selain itu mineral boron mampu meningkatkan kadar darah dalam testoteron yang merupakan hormon penting dalam proses kerja organ seksual dan terjadinya orgasme baik bagi laki-laki maupun wanita. Menurut buku panduan Kama Sutra, campuran susu unta dan madu bisa membuat ereksi tahan lama.

Madu semakin digemari dan permintaan akan cairan yang banyak mengandung zat gula ini pun bertambah. Beberapa kandungan vitaminnya seperti vitamin A, B1, B2 dan bahkan terkandung pula antibiotik, dapat menjaga kesehatan tubuh.

Madu sebagai obat kuat sudah diakui dari 14 abad yang lalu. Saat itu, ilmu pengetahuan manusia masih sangat terbatas. Belakangan mulai terungkap secara ilmiah mengapa madu bisa menjadi obat. Perlu juga diingat, bahwa dari waktu ke waktu, akan muncul penyakit baru dan akan diperlukan pula penyembuh baru, sementara madu akan selalu menjadi salah satu penyembuhnya.

Maka madu sangat berguna bagi siapapun. Walaupun menurut Dr. Nugroho, sebenarnya anggapan tentang madu sebagai obat kuat itu hanyalah sugesti saja. “Yang benar adalah menambah tenaga yang berasal dari glukosa yang ada,” tegasnya. Tapi bagaimanapun, madu adalah makanan positif yang berguna dan tidak berbahaya jika dikonsumsi secara rutin.

Tips Memilih Madu
Madu adalah hasil produksi lebah yang penuh dengan tantangan bagi manusia untuk memahaminya. Sampai zaman modern ini, masih ada tidak kurang dari 75 jenis zat di dalam madu yang belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern bahkan belum diberi nama.

Karena terbatasnya ilmu manusia tersebut, maka untuk membuktikan keaslian suatu madu, menuntut tantangan tersendiri juga. Namun, setidaknya ada kesepakatan umum di seluruh negara bahwa madu dikatakan asli apabila dalam proses produksi sampai hasil akhir tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun.

Karena madu alami, memiliki komposisi kandungan zat tertentu (sebagian sudah dikenali dan sebagian lainnya belum), maka keaslian madu bisa dianalisa melalui kandungan zat yang ada dalam madu tersebut – yaitu pada zat yang sudah dapat dikenali.

Di Indonesia kualitas madu diatur melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) no 01-3545-2004. Madu yang memiliki kualitas SNI inilah yang paling aman menjadi rujukan kualitas madu asli di Indonesia saat ini.

Madu yang baik adalah madu yang memenuhi Standar dari yang berwenang di suatu negara. Di Indonesia tentu Standar ini adalah SNI. Kemudian madu yang telah memenuhi standar tersebut, juga bisa berbeda dalam beberapa hal, misalnya, kadar airnya.

SNI hanya mensyaratkan kadar air maksimum 22 %, namun madu yang paling baik kadar airnya di bawah 17.1 % atau bahkan ada yang lebih rendah dari 15%. Madu yang kadar airnya rendah, selain akan tahan sangat lama disimpan (temuan dari piramid Mesir bisa ribuan tahun) juga akan lebih efektif khasiatnya untuk pengobatan.

Berdasarkan kadar airnya, di Amerika madu digolongkan menjadi tiga yaitu Grade A dan B dengan kadar air maksimum 18.5% dan Grade C yang memiliki kadar air maksimum 20%.

Banyak sekali tes/deteksi keaslian madu secara tradisionil dan sederhana yang sering dipakai masyarakat seperti, perembesan di kertas koran, tidak dimakan semut, ujung korek api yang dicelupkan madu namun tetap bisa menyala, menggumpalkan (coagulasi) kuning telur dan mungkin masih banyak lagi.

Tidak satupun tes-tes sederhana ini yang bisa didukung dengan argumentasi ilmiah atas kebenarannya. Tes-tes sederhana tersebut, bisa jadi cocok untuk madu tertentu pada kondisi / lingkungan tertentu, tetapi,tidak bisa digeneralisir untuk seluruh madu.Hanya satu tes sederhana yang relatif dapat didukung kebenarannya secara ilmiah, baik secara teori maupun tes di lapangan, yaitu melalui penetesan madu ke dalam air dingin. Madu asli, akan terus turun ke bawah / dasar air, karena berat jenisnya yang jauh lebih tinggi dari air (sekitar 1.42 %) dan tidak membuat air keruh (walaupun tercampur madu), karena aktifitas air (water activity) yang rendah dari madu tersebut.

Yang serupa dengan tes ini adalah dengan menuang 1/2 atau satu sendok madu ke dalam piring yang terisi air, kemudian memutar piring ke kiri terus-menerus, maka sebelum madu bercampur dengan air, madu akan membentuk kumpulan segi enam yang menyerupai sarang lebah.